Kesenjangan Sekolah Negeri-Swasta Perlu Diminimalisir

Februari 13, 2007 at 4:40 am (Bimeks Group)

Kota Bima-
Kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta mestinya dapat diminimalisir dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) perlu kebersamaan. Hal itu, dikatakan oleh ketua Musyawarah Kepala-Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bima, Drs Moh Jafar, di SMAN 4 Kota Bima, Sabtu (10/2).
Dikatakannya, tanggungjawab menghadapi ujian tidak hanya beban guru bidang studi sekolah setempat. Taggungjawab kelulusan siswa, harus menjadi tanggungjawab kolektif. Sekolah-sekolah di Kota Bima harus menjadikan UN sebagai masalah bersama. Sehingga semua sekolah salaing bahu-membahu menghadapinya.
Saat ini, kata Jafar, guru-guru bidang studi baik negeri maupun swasta rutin bertemu membahas mata pelajaran UN. “Mereka membahas tentang matapelajaran masing-masing secara bersama. Maing-masing guru bisa bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan dan dapat diterapkan pada siswanya,” ujarnya.
Bahkan guru-guru juga membahas tentang strategi belajar mengajar, atau variasi mengajar. agar siswa lebih cepat memahaminya. Pertemuan itu, katanya, berlangsung dua kali sebulan.
Untuk bidang studi metematika, koordinator gurunya dari SMAN 1 Kota Bima, Bahasa Inggris Koordinatornya guru SMAN 3, sedangkan Bahasa Indonesia dikoordinatori oleh SMAN 4.
Selain itu, guru masing-masing bidang studi juga akan menyusun soal pra ujian. Sehingga materi soal siswa baik negeri maupun swasta, semunya sama.
Dengan adanya, pertamuan guru-guru itu, akan membuka skat antara sekolah unggulan dengan  yang tidak. Sehingga tidak ada lagi perbedaan yang terlalu jauh antara sekolah negeri dan swasta. Disamping itu, guru yang memiliki pengetahuan lebih bisa mengajarkannnya pada yang lain. Demikian juga sebaliknya.
Sedangkan pertemuan-pertemuan antar kepel sekolah, biasanya membahas tentang peningkatan mutu sekolah. Bertukar informasi tentang perkembangan dunia pendidikan, serta memecahkan berbagai persoalan yang ada.
“Termasuk membahas strategi pengembangan sekolah aktif, model pembelajaran dan inovasi pembelajaran,” ujarnya.
Dijelaskannya, ada delapan standar pendidikan yang mesti dicapai sekolah. Diantaranya, standar isi, proses, pendidik, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan lainnya. Masing-masing standar itu, katanya, saling mempengarhu, karena menjadi satu kesatuan sistem.  (BE.08)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: